Usianya kutaksir baru sekitar 25 tahun dengan tubuh sedikit langsing dan tinggi badan sekitar 145 cm serta berambut agak panjang.Tangannya terasa hangat dan halus sekali. Aku hanya ikut di belakangnya.“Inilah hasil usaha kami Nis selama beberapa tahun di Makassar” katanya sambil menunjukkan tumpukan beras dan ruangan kantornya.“Wah cukup hebat kamu Sir. Bokep stw Kenapa bisa terjadi yah,” alasanku.Alina hanya terdiam mendengar kami bincang-bincang dengan suaminya, tapi sesekali ia memandangiku dan menampakkan wajah cerianya.“Sekarang giliranmu Nis cerita tentang perjalanan hidupmu bersama istri setelah sejak tadi hanya aku yang bicara. Tapi jangan yang seram-seram donk filmnya, aku tak suka. Sudahlah. Boleh juga kami coba nanti hahaha” kataku.“Nis, apa malam ini kamu tidak ingin mencobanya?” Tanya Alina sambil sedikit merapatkan tubuhnya padaku. Terasa hangatnya hawa yang keluar dari tubuh kami.“Iiyah,. Atau kamu sudah ngantuk lagi?” pertanyaan Alina tiba-tiba mengagetkanku.“O, oohh yah, aku ingat. Apalagi




















