Ia menggeser tubuhnya lebih dekat, hingga dadanya menempel di lenganku. Bokep jilbab “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Ia sudah melepas cardigan birunya. Dingin. Tapi begini,” katanya seraya menurunkan lenganku yang terangkat. “Hey, jangan cemberut begitu. Kulihat ia tersenyum menatap selangkanganku yang sudah terlihat menonjol. Kurasakan jemariku menempel di dadanya. Dingin. “Aku…aku ingin melihat..,” bisikku tanpa memandang wajahnya. Ia menekan tubuhku hingga merapat ke tubuhnya. Kutarik bra-nya ke bawah, lalu dengan rasa yang tak karuan kukecup puting buah dadanya. Benar rupanya, kau tak bisa berdansa.”
Aku mendengus malu. “Relaks,” bisiknya di depan bibirku. Kupandang wajahnya. Pahanya dan betis yang putih terlihat saat ia mengangkat sebelah kakinya ke atas kaki yang lain.




















