Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Bokep indonesia “Chie, jangan!”
Chie mendesah. Sampai sekarang. Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. Namun yang kutemukan bukanlah pancaran liar dan haus yang biasa kurasakan saat-saat kami masih bersama. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. Jay, sahabat terbaikku.Chie adalah gadis penuh pesona. Jay, kembaranku. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Ada apa? Akhirnya kami bersepakat untuk mengabaikan Chie yang kemudian mengamuk dan memutuskan untuk mengikrarkan tali persahabatan antara kami bertiga. Jadi kami memutuskan untuk fair-play.




















