Aku tersenyum mendengar ucapannya. Indo bokep Toto masih berdiri menunduk di belakangku. Tetapi, kalau nonton TV Mas Toto lebih senang di bawah. Dia masih sempat menikmati ejakulasi. “Mas sudah ngga tahan, sayang..!” katanya. Kusambar handphone-ku, lagi-lagi SMS dari Mas Toto. Permainannya lembut dan halus. Cairan sperma Mas Toto terasa meleleh ke bawah. Padahal kami sama-sama berada di rumah. Mungkin karena mau dapat mens. Jemarinya yang berbulu, begitu cepat menekan tombol ‘Ctrl-Alt-Del’.Komputer di depanku kembali berfungsi. Kusambar handphone-ku, lagi-lagi SMS dari Mas Toto. Aku mengerti maksud kata-kata terakhirnya, bukan ngaceng aja, tapi ngga sengaja. Tidak berapa lama, Toto masuk ke kamarku. Isinya apalagi kalau bukan saling memancing birahi. Bukan tidak percaya pada hal yang kami berdua lakukan, tetapi pada ‘kemampuan’ Mas Toto.




















