Tampak Rudi sedang mengamatinya dengan matanya yang menyala oleh birahi.Rudi mengambil nafas sejenak. “Tapi aku tidak sayang kamu,” kata Rudi sambil meletakkan uang itu di dalam tas Dina, lalu Rudi keluar. Bokeb Dina berseru gembira. Liang kewanitaan ini milikku, akan kunodai sesukaku, dengan caraku, dengan nafsuku. Tiba-tiba darahnya berdesir. “Aku sayang kamu Rudii..” sambil terisak-isak. Diperhatikannya satu persatu. “Aku memang patut mendapatkan,” pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Saat ia merasa takut dengan perbuatan Rudi, sedetik kemudian ia merasa jiwanya melayang, sedetik kemudian otaknya memerintahkan tubuhnya agar bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang.Dina meneriakkan kata jangan sewaktu Rudi dengan kasar melepas celana dalamnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas.




















