Ucap isteriku kalem.“Iya. Bokep indo viral Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Padahal Rasul telah berkata: “Yang




















