Kasur ukuran 180 cm aku hampar di lantai papan, gaya rumah Jepang.Di situ sudah bersiap Imah sedang duduk bersimpuh . Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tiarap beda posisi, begitu kan.Kami kalau makan satu meja, menonton TV duduk di sofa yang sama. Bokeb “Tapi kok keringetan,” ujarku.Mungkin dia berhasrat pula sehingga dia bangkit lalu menaikkan sarungnya sehingga seperti mengenakan kemben. Ah aku abai saja. Mengetahui usahanya berhasil. Dua UR yang sudah, yaitu Satu Dapur, Satu Sumur, tapi belum Satu Kasur.Sejujurnya aku sudah tidak tahan ingin menerkam si Imah, tapi gimana caranya, aku belum dapat. Hal ini juga aku tekankan pada Imah agar jangan sekali-kali bermain ilmu untuk mendapatkanku, karena aku juga akan membalasnya.“Ih Bapak, pikirannya jelek aja,” katanya. Aku percaya pada pepatah Jawa “Tresno jalaran kulino”. Aku tidak mau ada pemaksaan. Awalnya aku diam tidak bereaksi, padahal sentuhan itu memberi




















