Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Bokeb Habis..” jawabku nggak kulanjutkan.“Habis apa Mbak?” Kandar panasaran.“Habis.. luar biasa!!! Makan duluu.. Aku mau meledak.. Kucoba memberanikan diri meraba perut Kandar dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.WAU.. Nasi goreng sudah masak tuh di meja” pintaku.Kandar menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Dirga mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi.Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin. Anu Mas Aku sebenarnya aku duda.



















