Wajahnya yang cantik dengan senyuman yang menawan dikembangkanlagi..”Pak ini produk baru lho pak, diskonnya 20% hari ini terakhir – pak,” ujarnya ramah sambil makin mendekatkan tubuhnya kearahku.. “Ya, bapak gitu deh.. XNXX “Paakk..jangaann…pakk…” erangnya kembali sambil berusaha mendorong tubuhku.. “ Aaahh..bisa aja kamu..” ujarku..”Ayo kamu temenin aku makan siang dideket sini yoo…” “Baik pak..” ujarnya.. Jarum jam menunjukkan pukul 11.55 ketika salah seorang stafku mengetuk pintu kamarku.. “Oh..begitu pak,” jawabnya dengan suara yang agak serak.. “Bapak ada kartu namanya?” tanyanya ramah.. Aku sempatkan untuk – melihat pameran karena perusahaanku sedang membangun sistem informasi dan jaringan komputer baru, setelah sistem yang lama dirasakan tak mampu lagi untuk mengakomodasi beban pekerjaan yang makin meningkat dengan bertambahnya product line baru. Erangannya makin sering terdengar, dan akhirnya memuncak dengan dekapan erat lengannya dipunggungku.. Wajahnya yang cantik nampak berusaha menahan rangsangan yang timbul ketika mulut




















