Saya langsung bertanya padanya.“Ada apa Gilang…, babak ke-2 sudah mau mulai nih…, kamu tidak takut dicariin pelatih kamu?”. Saya hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Bokep Saat di tengah tengah pertandingan ada satu pemain cadangan SMA 8 yang sesekali melirikku dan menatapku dengan rasa, dia bukannya fokus terhadap permainan teamnya melainkan memandangi aku terus, saat babak pertama selesai dia datang menghampiriku untuk mengajak aku berkenalan sebut saja dia Gilang.Setelah kami berkenalan, lalu kami bercakap-cakap sebentar di kantin SMA . Mulutku ditutup oleh Gilang mungkin ia takut kalau saya mendesah terlalu keras. Sebelum keluar dia bertanya padaku,“Lin kapan kita bisa ‘begituan’ lagi?”, dan saya menjawab “Terserah kamu Lang”. Badanku terasa lemas sekali, lalu Gilang duduk di pinggir meja dan memandangi wajahku yang sudah basah bermandikan keringat.Ia berkata padaku sambil tersenyum, “Kamu kelihatan capek banget ya Lin…”.




















