Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Bokep stw Aku memekik dan mulai menangis. Kenapa? “Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? “Hhhmm.. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya. Pintunya terbuka sedikit. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Marah yaa? “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.




















