dia bertanya lagi“Disini” jawabku sambil terus mempererat pelukanku kepadanya.“Om, nakal” Winny meronta tapi aku tetap meneruskan pelukanku bahkan semakin erat dan akhirnya perlahan-lahan dia menikmati juga kehangatan pelukanku bahkan membalas dengan pelukan yang tak kalah erat.Peluk dan terus peluk, kehangatan pun terus mengalir dan kuberanikan diri untuk mencium pipinya, mencium bibirnya. Mata kami saling memandang, dan Winny pun tersenyum.“Oke, Om, nggak usah lapor-laporan, ya” ucapnya pelan, kemudian aku pun membalas senyumnya.“Iya deh, Oreo, setujukan?”Akhirnya malam itu kami duduk-duduk untuk beberapa lama, ngobrol, sambil menikmati pemandangan dari gardu pandang, yang pada waktu itu Merapi telah diselimuti kabut cukup tebal.Jarum jam telah menunjukkan pukul 23. Bokep indo terbaru disini, coba pejamkan mata sebentar!” perintahku.Winny pun memejamkan mata. tanyaku.“Om, nakal, besuk aku bilangan, sama istri Om” sahutnya.“Eit, kita kan udah janji, Oreo-kan” kataku pula.Akhirnya Winny diam saja kurangkul dan kudekap sepanjang perjalanan menuju penginapan, mungkin




















