Seems just like yesterday…. “Kamu jahhaaattt……!!”, serunya tiba-tiba, masih sambil menangis dan memukuli dadaku dengan kedua tangannya. Bokep stw I understand you surely….”, sahutku sambil menempelkan telunjukku di bibirnya. Segera aku menyingkir dari meja sambil menjawab telepon. Pikirku toh dia sudah menemukan cinta sejatinya dan sebentar lagi akan menikah. “Yes Rev, I have fallen with you. Huh…pede sekali, tapi memang harus kuakui…. Hhmm…enggak tuh kayaknya”, jawabku, “Assiikkk… mau nraktir yah?”, sambungku dengan pedenya. Pengakuanku mungkin hanyalah sebuah intermezzo dalam jejak-jejak hidupnya. Kucumbui dada Revy penuh kehangatan, ketika kurasakan lembut tangannya menyusup ke balik celana dalamku, menurunkannya dan menggenggam erat kejantananku dengan telapak tangannya. Bagai sebuah tarian kehidupan yang sangat indah dan sakral, mengikuti setiap gerak tubuhnya menyetubuhiku.“Rev, I love you”, bisikku lembut di telinganya, diantara deraan-deraan lembut persetubuhan kami.




















