Baru tidak berapakah lama lalu perbincangan kami juga usai serta Pak Bobby beranjak ke arah pintu mempersilakanku untuk ikuti diklat di gedung samping.“Terima kasih Pak.. Indo bokep Mataku memandang kosong serta hampa, menerawang langit-langit ruang itu. Saya nyaris tidak yakin kalau Pak Bobby ingin melepaskanku, walau sebenarnya waktu itu saya sangatlah putus harapan, saya sadar saya nyaris mustahil lolos dari tekanan ke-2 lelaki itu. ” sambut Pak Bobby ramah sembari mempersilakan saya duduk.“Iya Pak.. ” jeritku sembari memalingkan wajahku hindari terkaman mulutnya.“Diam..!! Mohon.. Cantik juga..! Lepasskan..!! ” saya kembali menjerit parau. Saya benar benar begitu di manja oleh mereka. Kuhempaskan wajahku ke kiri serta ke kanan, buat beberapa wajahku tertutup oleh rambutku sendiri, mataku membeliak serta semua badanku mengejang hebat.




















