Springbednya 1 lapis saja sudah lusuh dan jarang dicuci sepertinya. Bokeb Winda menjadi agak malu karena saat Johan bergerak memacu pinggulnya itu terdengar ada kecipak bunyi – bunyian pada pertemuan kedua selangkangan mereka yang telah basah oleh keringat. Saat di perjalanan Johan minta Winda untuk melepas kacamata Winda. Sambil bercanda Johan melemparkan benda itu ke atas ranjang. Hari itu hari Selasa. dan merintih.. ”Win ..alah makan Win (Win udah makan Win)?”tanya Johan. Dan Sabtu itu Winda tetap di rumah saja, karena Johan ke Medan selama 3 hari. Napasnya mulai memburu, tersengal -sengal. Ya Winda tentunya memberikan alasan yang bisa diterima dan masuk akal. ”Jaan lah da, Winda alah punyo laki jo anak (jangan bang Winda udah mempunyai suami dan anak)” ujar Winda lirih. Terasa lepitan kewanitannya tertarik kembali.




















