“Nikmat sekali,” batinku. Bokep china Kembali aku meyusupkan tanganku ke balik kaosnya, kali ini Sisi diam saja. Aku mengalihkan ciumanku ke lehernya. Pada cewek-cewekku sebelumnya aku tidak berani melakukannya, bahkan ciuman sekalipun. Tempat kost Fenny lumayan besar dan mempunyai kamar mandi. Aku pria berumur 22 tahun, kuliah disalah satu universitas di Jakarta. Rupanya Fenny telah mencapai orgasme. Sisi agak menolak, entah kenapa Sisi akhirnya membiarkan saja aku melepaskan pakaiannya. Fenny tersadar dan berkata, “Kita sudah terlalu jauh, perlu kamu tahu inilah penyebab aku putus dengan cowokku karena aku tidak mau melakukan ini.” Aku tidak lagi mempedulikan kata-kata Fenny karena hawa nafsuku sedang menuju kepuncak. Fenny kaget. Aku melihat Fenny menangis, aku berusaha menenangkannya dan mengatakan, “Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang telah aku lakukan kepadamu karena selama ini aku cinta kamu..” Tangisan Fenny sedikit mereda, aku merangkulnya dan mencium keningnya.




















