Mikha mengangguk perlahan. Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Mikha tadi. Bokepindo Di antara teman-temannya, dia yang paling menonjol. Dengan korban beberapa orang tentu saja. Rumah saya di dekat situ juga.”
“Boleh saja.” Kataku, “Tapi katanya mau tetap di sini? Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Kuciumi daerah hitam itu. Waktu terus berlalu. Tangannya menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Begadang?”
“Nggak deh. Kami berciuman kembali. Dadanya mengembang sempurna, tegak berisi. Pusing ah mikirinnya. Apakah pemimpin partai itu menghargai kenekadan mereka? Aku berhenti, lalu aku bertanya kepada Mikha
“Mikha kamu udah pernah dijilatin itunya?”
“Belum…, kenapa?”. Politik? Tubuh kami berkeringat dengan sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu.




















