“Ahh.. ah.. XNXX bokep ah.. “Okay.. “Halo..?” nada suaraku terdengar penuh emosi. Waktu itu aku sedang menikmati membaca buku komik Jepang Elex Media terjemahan bahasa Indonesia (entah apa judulnya, soalnya aku tak ingin repot mengingatnya). “Nia.. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. “Ahh.. Dia benar-benar marah ketika mengetahui bahwa aku melupakan janjiku untuk mengantarnya les hanya demi bandku. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? “Tapi ada syaratnya..”
Sial! Ahh.. “Oke,” katanya. “Untunglah..” kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat. Waktu..Kota Xxx, Jawa Timur, 1995Kami bertengkar hebat hari itu. Kubuka lemariku dan mengambil sebotol Bacardi yang isinya tingal setengah. Bener kan? “Bentar saja..” sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. ahh.. Namun aku masih sangat muda dan miskin pengalaman




















