Eemmhh!” tanyaku lirih.“Iya Ci.. Gitu remasnya, pakai perasaan.. Bokeb Sumpah enak banget tadi itu Ci!” katanya di dekat wajahku.“Itu tadi baru pemanasannya, sayang, kita masih belum beres,” kataku sambil membelai lembut rambutnya.“Yuk, sekarang nyusu aja dulu sambil istirahat,” suruhku memberi syarat padanya untuk melumat payudaraku.“Gua isep sekarang yah Ci” katanya dengan kedua tangan sudah mencaplok sepasang payudaraku.Aku mendesis dan tubuhku menegang merasakan mulut Felix mulai beraksi di payudaraku. Kulucuti celananya tanpa menghiraukan reaksinya yang malu-malu, terutama ketika akan kubuka celana dalamnya.“Iihh.. Enak terusin Lix, itu yang namanya klitoris, daerah rangsangan cewek, ayo gituin lagi!!”Dia melanjutkan usapannya pada klitorisku dan semakin lama semakin nikmat. Uuhh.. Beberapa saat kemudian mulutku naik lagi dan mulai memasukkan benda itu ke mulutku.




















