“Bersetubuh”, bisiknya gemetar.“Kemana kita berdua akan berlayar, Ermita?” bisikku lagi.“Ke langit yang ke-tujuh”, bisiknya hampir tak terdengar. Cukup sudah. Bokep hot Di sana sudah kusiapkan pil anti hamil yang kubeli di rumah obat sewaktu jam makan siang tadi dan uang tunai yang kutarik dari bank-ku tiga juta. Barangkali di kamarmandi dia tadi minum air ledeng tapi belum dapat melepaskan rasa hausnya yang teramat sangat.Aku memeriksa freezer dan mataku tertumbuk pada bungkus aluminium potongan kelebihan pesta pizza pesanan yang sudah sekitar tiga minggu di sana. “Ada apa?”“Om?”, terlihat ada kemelut yang sangat merisaukannya.“Apa Ermita?”“Om … tidak … mengambil keperawanan saya?”Aku terkejut. “Enak Om, tapi dada rasanya panas.” Aku juga mereguk dari slokiku. Aku mencoba membela diri tanpa hasil.***Hari itu aku menunggu lagi dalam mobilku di depan sekolah itu. Tak kusangka anggur ini demikian lezat.




















