Hujanpun semakin deras, suara guntur membahana memiawakkan telinga. Bokepindo Badannya berlutut mengangkangi tubuh lunglai Dinda yang terlentang, kemaluannya yang nampak sudah melemas itu kembali sedikit- demi sedikit menegang disaat merapat kewajah Dinda. Dinda yang menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Dindapun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Paul kemudian mencabut jarinya. Malam telah larut dimana jarum jam menunjukkan pukul 23.15. Disaat seperti inilah dia menyadari betul akan ketidak berdayaan dirinya, rasa sesal mulai hadir didalam hatinya, akan sikap- sikapnya yang tidak berhati-hati terhadap Paul. Segala tingkah laku dan perbuatannyapun cenderung kasar, karena memang dia hidup dilingkungan orang-orang yang bertabiat kasar. Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Dinda selebar bahu, dan. Diapun menyadari bahwa malam itu keperawanannya akhirnya terenggut oleh Paul. Tubuh Paul nampak terguncang-guncang sebagai akibat dari isak tangis dari Dinda




















