Aku tak tahan melihat kak Dewi diperlakukan seperti itu. Bokep china Kak Dewi hanya berbaring aja. Entah berapa lama aku menyaksikan tingkah laku kak Dewi didalam kamar. Tak sadar aku turut merintih. Aku menggigil gemeteran. Kak Dewi menghela nafas panjang dan berat, tatapannya sungguh menakutkan. “Tedy udah gak tahan kak ! “Pake pura-pura lagi !”, kak Dewi mendorong tubuhku. Aku tidak saja memandangnya sebagai kakak, lebih dari itu, aku kini melihat kak Dewi sebagai wanita cantik. Nafasku memburu, apalagi manakala aku melihat gerakan kak Dewi yang semakin cepat. Antara percaya dan tidak pada apa yang kulihat. “Janji !”, kataku sambl mengacungkan telunjuk dan jari tengahku. Pengahasilan yang lumayan besar memungkinkan ia menangung segala keperluan kuliah ku. Goblok ! Mmm enak !”, kataku sambil menyuap sesendok nasi goreng hangat.




















