Selalu saja anak ini tahu maksudku. “Iya, kayaknya belum deh..” Nia menimpali. Bokepindo Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku kepadanya. “Nggak mau masuk, nih..” kataku dengan alis berkerut. aku pakai mobil,” teriakku. Jadi, sebelum tangannya menyingkirkan tubuhku, kuciumi lagi wajahnya, meremas payudaranya, membuatnya mengerang dan melenguh. “Oke,” katanya. Kuraba betisnya, menelusuri kulit pahanya yang mulus, dan meletakkan telapak tanganku di permukaan belahan pahanya, beristirahat sejenak, menikmati genggamannya di pergelangan tangaku yang menguat. “Ray.. “Ahh.. “Bentar saja..” sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? Plakk! uh.. Ah, aku sendiri heran, mengapa perpisahan yang kali ini membuatku sedikit sakit hati. Namun aku masih sangat muda dan miskin pengalaman saat




















