Pikiranku mulai panik, sementara di pojok ruangan, Rosa sudah tampak mulai resah melihat keadaanku.Tapi naas. aku mendesah keras saat telah mencapai orgasme, seluruh sumsum di tulangku serasa ditarik keluar ketika aku benar-benar telah mencapai puncak kenikmatan, tapi tiba-tiba aku menjadi panik luar biasa saat kurasakan k0ntol laki-laki itu berdenyut keras di dalam liang rahimku.Jangan.. Bokeb Rupanya mereka sedang berjudi, dan mereka mengajakku untuk bergabung. tanya Rosa.Nggak bisa Ros.. Aku sempat berpamitan dengan mereka sebelum aku kembali berjalan menuju pintu keluar saat tiba-tiba salah seorang dari mereka memanggilku..Is.., Temenin kita main dong..! Wah, boleh juga nih. serunya.Kita taruhan. teriakku kaget sambil meronta dengan sekuat tenaga, tapi laki laki itu terus menindihku dengan kuat, membuat aku benar benar tidak bisa bergerak sama sekali, akhirnya aku terkulai lemah tak berdaya sambil terus menangis.Pak Hendra..!




















