Saya seorang pelacur profesional. Bokepindo Saya hanya mengenakan gaun malam tipis dengan celana dalam dan BH yang siap dilepas. Dari yang di daerah sampai ke Mahkamah Agung (ini kata majalah Tempo loh). Saya sengaja memancing nafsu seksnya sedikit demi sedikit. Dia saya panggil, saya minta dia memijati badan saya. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata. Setelah itu ditarik secara pelan-pelan. Tetapi saya mengatakan agar dari atas dulu. Saya menikmati benar ciuman ini. Kebetulan Pak Hendrik mem-booking saya. Tetapi sudahlah itu bukan urusan saya. More money more service, no money no service. Tetapi ini yang sering, tanpa berkata sepatahpun memberikan lembaran ratusan ribuan dua atau tiga lembar. Menurut persepsi saya (mudah-mudahan persepsi saya salah) dunia peradilan di negeri kita masih semrawut.




















