Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku. Bokepindo Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Hujan tidak juga berhenti. Satu jam lebih aku tunggu Tia di Teras bungalow, tp belum nongol-nomgol juga. Tapi aku engga mau menculik Evi terrlalu lama..dasar pengecut !!. sambil sesekali mempermainkan puting susunya seolah menarik perhatianku. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. “Yah, udah malam, Vi. Ntar dicari mama lho, besok lagi aja yah.” Jawabku, karena sudah malam.Sebenernya pingin juga sih, nonton berdua dengannya.




















