indah sekali, tangannya yang mengejang menambah erat pelukandi leherku. Kulepaskan pelukanku, kumundur beberapa langkah ke belakang dankulihat bagian belakang kaosnya berwarna merah.“Ndhuk..”, aku memanggilnya dan memberi tanda dengan mataku ke arah bagianbawah kaosnya. Bokepindo Keduatanganku memegangi kedua sisi rahangnya, lidah kami menari bersama. Kuusap pipinyadengan beribu kata di hati. Sementaradari kejauhan, kota Magelang sangat gelap, mungkin sudah deras hujannya.Posisi duduk kami di motor sangat romantis, Aku duduk di belakang, tangankananku memegang stang gas, tangan kiriku menggenggam erat tangan kanannya.Tangan kiri Gendhuk memegar stang kiri.Sambil menyanyikan lagu Nothings Gonna Change, kusuruh tangan kanannyaberpegangan pada speedometer. Lalu hujan berhenti berganti dengan gerimis. Kulepaskan pelukanku, kumundur beberapa langkah ke belakang dankulihat bagian belakang kaosnya berwarna merah.“Ndhuk..”, aku memanggilnya dan memberi tanda dengan mataku ke arah bagianbawah kaosnya.




















