Sampai di batas pepohonan yang menutupiku dengan jalan raya kecil itu, aku mulai ragu. Nyonya Hana benar-benar menempatkanku dalam posisi yang amat rendah. Bokep jepang Ternyata itu adalah Nyonya Hana. Aku berteriak keras. Setidaknya tidak seperti kamu. Dia lalu mengatakan padaku bahwa dia akan membawa pergi pakaianku dan menungguku di seberang hutan yang lain yang telah ditunjukkannya padaku melalui peta. Aku diolok-olok di depan umum dalam keadaan bugil dan kotor. Tubuhku semakin berkeringat dan menggelinjang menahan panas. Kedua tanganku terikat ke atas dan kakiku pun sedikit terangkat ke atas, sehingga aku hanya dapat bertumpu pada ujung jari-jari kaki.Nyonya Hana lalu mengambil cambuk dan mencambuk tubuhku sekitar 30 cambukan keras. Nyonya Hana tertawa puas melihat tubuh bugilku menggeliat menahan sakit yang amat sangat.




















