Saat itu
keadaan sudah gelap (pukul 19.00) dan kantin pun sudah tutup, praktis
tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong di kantin dan kalaupun ada
hanya sebagian kecil saja sehingga aku pun memutuskan untuk langsung
menuju ke lapangan parkir khusus mahasiswa yang berada disamping kampus. Hal ini membuatku menggelinjang-gelinjang nikmat,
“Aaagghhh…, aaddduuhh…, Leexxx…, peeelllannn-peellannn…,
doongg…!”, akan tetapi kali ini Lexy tidak mengurangi
serangan-serangannya, tempo permainannya malah ditingkatkan, semakin
aku menggeliat-geliat, semakin menggebu-gebu Lexy memompakan
kemaluannya ke dalam liang vaginaku. Bokeb Setelah melewati puncak kenikmatan
tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap
berpelukan dengan erat. Hingga akhirnya merasa menyentuh
awang-awang dan merasakan kenikmatan yang sungguh tidak pernah kualami
sebelumnya dengan para kekasihku, tanpa sadar aku melenguh keras
“Ooooahh…, Lexyyyyy..”, dan akupun meremas kuat belakang kepalanya
dan menjepit erat pinggangnya dengan kedua paha dan kaki sekuat-kuatnya
dan juga mengangkat pinggulku hingga kemaluanku berhimpit kuat dengan
kemaluannya dan yang masih kuingat adalah saat itu diriku terasa basah
dan nikmat sekali.




















