Seperti biasa pula, aku membawakan cokelat buat adik tiriku itu. Bokep stw “Ohh… iya tuh… sering nyeri Dok…”, candanya,”minta diremas-remas… he3x…”. “Maksudmu apa Kemal?”, Mama Winda mulai mengendus hasratku. “Apanya yang gatelan Mbak?”, tanyaku. “Pernah sih sekali dua kali… waktu main di Jakarta…” kataku jujur sambil mengingat PSK di panti pijat yang pernah kudatangi di Jakarta. Dari dua ibu tiriku itu, tentu saja aku lebih akrab dengan Mama Winda, karena selama aku kuliah di Jogja, setiap akhir bulan aku menyempatkan bermalam di rumahnya yang juga lebih sering ditinggali Ayah. Kedua “gendukan”-nya, meskipun tidak terlalu cantik, namun punya kemiripan dalam hal body, yaitu “toge pasar”. Sejak aku SMP, ayahku sudah punya 2 warteg di kota asalku, 4 di Jakarta dan 2 gerai di Jogja.




















