Ingin rasanya aku gendong tubuh Pipit untuk kurebahkan ke dipan, tapi urung karena Ugi yang tadi disuruh Pipit memanggil ibunya sudah datang kembali.Buru-buru kami melepas pelukan, merapikan baju, dan duduk seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bokepindo “O gitu yah.. Aku tinggal dirumah sepupu, karena sementara masih menganggur aku iseng-iseng membantu sepupu bisnis kecil-kecilan di pasar. Dari dalam aku mendengar suara seperti memerintah kepada seseorang..“Pit.. Aku dekatkan bibirku hingga menyentuh bibirnya. “I.. Kok nggak ada lesung pipitnya..” kataku ngeledek. Mas.. Mungkin karena sudah mulai akrab aku enggak langsung pulang. Pipit juga tak kalah ngeledeknya. Masak sih kurang lagi..” balas Pipit..Di situ aku mulai berani ngomong yang sedikit nakal, karena sepertinya Pipit tak terlalu kaku dan lugu layaknya gadis-gadis didesa. Begitu masuk, Ugi yang ternyata sendirian berkata seperti pembawa pesan.“Lik Pipit, Ibu masih lama, sibuk sekali lagi masak buat tamu-tamu.




















