Sebenarnya Ibu sudah bicara sama Inah mengenai masalah ini. enak sekali..” pikir Jo.Dia merasakan kenikmatan yang lebih lagi dengan posisi dia yang aktif ini.“Ehh.. Bokeb Dia agak terganggu ketika mendengar daun pintu kamarnya terbuka.“Kriieet..!” ternyata Bu Rhien. Beberapa menit kemudian dia terlelap, hanyut dalam kenyamanan yang tanggung dan mengganjal dalam tidurnya.Perlakuan Bu Rhien berlanjut tiap kali suaminya tidak ada di rumah. enak sekali.. Apakah beliau tidak akan marah kalau dia berterus terang..?“Kenapa diam..?”Jo menghela nafas, “Maaf Bu.. kami.. Terbayang raut wajah Inah yang dalam benaknya lugu, tetapi kenapa mau disuruh melayaninya..? Apalagi jujur dia memang tengah menginjak usia yang sering kali membuatnya terbangun di tengah malam karena bayangan dan hawa yang menyesakkan dada bila baru nonton TV atau membaca artikel yang sedikit nyerempet ke arah “itu”.Sejurus diamatinya Bu Rhien yang tengah bergerak menuju pintu.




















