ternyata temannya itu sedang berasyik-ria denganku di dapur.“Wei.. Bokep india Bang tunggu bentar, di dapur masih ada lagi sampahnya nih, sebentar ya!”, lanjutku lagi.Aku mematikan rokokku dan turun sambil membawa piring dan gelas bekas sarapan tadi, setelah menaruhnya di pencucian aku langsung ke depan membuka pintu. “Ayo masih pagi kok, kita istirahat aja sebentar, kapan lagi ngerasain amoy cantik gini!” ajak tukang sampah yang menggerayangiku.Si sopir bergegas mendekati kami sambil melepaskan seragam dinas kebersihannya, tubuhnya lumayan berisi dengan kulit hitam terbakar matahari. Sambil mengisap rokok, kuperhatikan dia selama beberapa saat sedang mengangkat kantong sampah lalu melemparkannya ke bak truk. Sesungguhnya sikap berontak dan jeritanku hanyalah pura-pura belaka untuk memanas-manasi nafsunya. Pelan-pelan aku mulai mikir yang jorok-jorok, pagi-pagi gini niat isengku sudah timbul.“Pagi Non!” sapanya ketika melewati rumahku. Lagi pada kemana?” tanyanya. “Duh, sori nih Bang, udah saya yang beresin aja!”, lanjutku




















