Aku kembali memejamkan mata karena terasa kantukku mulai berat. Bokeb Namun aku tetap pura2 tertidur,berusaha mengatur nafasku agar dikira benar2 tidur,walau sebenarnya badan ku gemetaran dan sangat terangsang…Sedikit2 tangan kiri Winda meraih tangan kananku,lalu disodorkannya tanganku kekemaluanya dengan hati2. Namun aku tetap pura2 tertidur,berusaha mengatur nafasku agar dikira benar2 tidur,walau sebenarnya badan ku gemetaran dan sangat terangsang…Sedikit2 tangan kiri Winda meraih tangan kananku,lalu disodorkannya tanganku kekemaluanya dengan hati2. Tak lama kesdaranku mulai kembali walau tidak sepenuhnya,Winda nampak berjalan melewatiku,kemudian memperhatikanku,lalu memperhatikan TV yg menyala.Lalu ia mendekati wajahku,memperhatikanku,sambil mengambil remote ia bicara kepadaku.“ Om Di,TVnya Win matikan ya,gak ada yg nonton.”“ Aku malas menjawab,dan tetap memejamkan mata. Tiba2 winda memepercepat gerakannya,desahanya semakin cepat,pantatnya bergetar semakin cepat..hingga suatu saat,sambil matanya nanar memandang gambar itu,tubuhnya mengejang…“” sssshhh…ooohhh…ennnhhaak banggeeethhh…..ooohhhh…”rintihnya parau…lalu tubuhnya diam.




















