Tak ada penolakan. Aku tak heran, bicaranya memang suka “nyrempet”. Indo bokep Sari cepat-cepat mengancingkan kemejanya, kutangnya belum sempat dibereskan. Tak bisa, terlalu malam kena marah mamanya, katanya. Tangannya kutuntun ke selangkanganku. Ternyata pada pagi hari ketika toko baru buka atau sore hari menjelang tutup adalah waktu-waktu “aman” untuk mengganggunya. Sementara rasa nikmat menyelimuti bawah badanku, deg-degan juga dengan kondisi yang “aneh” ini. Kalau bawa orang lain bisa terbongkar belangku oleh kawan kantor. Aku menyetir dengan posisi penisku tetap terbuka tegang. “aahh”, desahnya. “Kamu sendiri deh”. Tadi sewaktu aku mau belok kiri ke Hotel “Kh” lagi-lagi Sari menolak. Aku diminta ikut belanja karena maksudnya memang itu. Lepas dari kemacetan tiba-tiba Sari memberi tawaran yang nikmat. “Kita minum dulu ke sini, ya..?”, ajakku untuk mampir di tempat minum susu segar yang biasa ditongkrongi anak-anak muda.




















