Anto.. Bokeb Tok tok tok. Kulempar senyum dan iapun membalas sekedarnya. Aku mengambil satu kaleng tapi tidak kubuka, hanya kupegang-pegang saja.Entah bagaimana awalnya, tangannya tiba-tiba sudah kupegang dan kutarik dia ke pangkuanku. Katanya manja. Rasa penat masih terasa di badanku. Lebih satu jam aku hanya bergolek ke kanan kekiri tanpa bisa memejamkan mata. Akhirnya dia setuju dan mukanya menjadi cerah. Kujilati putingnya dan kugigit-gigit dengan bibirku. “Aah.. Kami masih bicara ke sana ke mari, sampai akhirnya kami merasa mengantuk. Aku masih ingin menikmati permainan dan kuharapkan dapat kucapai puncak bersama-sama. Geli akh..,” Aku terus menciuminya lalu aku turun dan saat sampai di depan selangkangannya aku menurunkan kepalaku, menjilati paha dan sesekali menggigitnya.




















