Aku kaget, “ternyata ia marah”, pikirku. Bokep jepang Aku lalu bangun, mengucek-ngucek mataku, melihat dari jendela. Kembali aku me-ngintip lewat ventilasi, apa yang terjadi di sebelah.Begitu aku mulai mengintip, aku kaget ! Mbak Nida tampak cantik sekali.“Bagaimana Mas, tadi ?” ta-nyaku
“Oh…nanti saya disuruh ke sana lagi, besok untuk test wawancara”
“Alhamdulillah, tak do’ain supa-ya berhasil”
“Terima kasih”Setelah berbasa – basi cukup lama, akupun permisi. Sekarang keluar kamu !”
Aku gemetar, tapi tetap ber-usaha,“Mbak sebaiknya pikirkan lagi, di sini cuma saya yang mengajukan diri memuaskan Mbak, saya satu-satunya kesempatan Mbak, kalau Mbak tidak mengambil kesempatan ini, Mbak akan rugi !” kataku sedikit tegas.Lama kulihat Mbak Nida terdiam, bahkan dia kini terduduk lemas di samping ranjangnya.



















