Tanpa membuka cup-nya, aku hanya menyelipkan kedua telapak tanganku. “Engga bisa dong Bu ..”.“Dokter udah siap gitu .”.“Iya .. Bokep mom Ah engga, bisa-bisa aku dituduh pelecehan seksual. saya engga yakin”. Tapi masa aku melayani permintaan aneh pasienku? Silakan duluan”.“Baiklah, kita duluan ya”.Aku amati mereka berdua keluar, sampai hilang di kegelapan. Tak ada maksud apa-apa. Penyakit yang memang sedang musim bersamaan tibanya musim buah. Ya mumpung dapat memek gratis maka terjadilah pergulatan seru diantara kita berdua. Aku menerima seorang pasien yang haus akan seks. Sungguh pemandangan yang amat indah . Umurku sekarang menjelang 30 tahun. “Kenapa Dok ?” Pertanyaan yang mengagetkan. Cuma tak melewatkan pemandangan indah. Masih wajar. “Ambil nafas Bu”,seolah sedang memeriksa. “Syeni bilang, masih belum dapat giliran, nunggu 2 orang lagi”, lanjutnya. ada lagi yang bisa dinikmati, goyangan pinggulnya sewaktu dia berjalan kembali ke tempat duduk.




















