Ah ! Bokepindo “Dada kanan Bu ya”.“Benar Dok”.Sambil sekuatnya menahan diri, aku menurunkan tali BH-nya. “Kok ngliatin aja, pakai dong bajunya”.“Habis . kapan-kapan Syeni mau lagi ya .“Iya .. Sedaaaap ..”. Aku tak tahan lagi. Mendadak aku berdebar-debar. Tapi masa aku melayani permintaan aneh pasienku? Perutnya yang putih mulus rata, dihiasi pusar di tengahnya dan BH cream itu nampak ketat menempel pada buah dadanya yang ampuun .. Habis, dia sendiri yang meminta. Syeni udah engga tahan lagi ..”.Wah . sesak bernafas, hidung mampet, trus perut saya mules”.“Kalau menelan sesuatu sakit engga Bu”“Benar dok.Badannya panas ?”.Telapak tangannya ditempelkan ke dagunya.“Agak anget. “Saya engga tahu Dok”.“Bisa Ibu periksa sendiri. makan biasa aja di rumah”.“Buah2 an ?”.“Oh ya . Kali ini ia mengenakan blouse berkancing yang juga ketat, yang juga menonjolkan buah kembarnya yang memang sempurna bentuknya, bukan kaos ketat seperti kunjungan lalu.




















