Ia pun masuk kekamarku dan aku berikan sebuah bantal kepadanya. Beberapa waktu kemudian, kurebahkan kepalaku di bahunya yang bidang. Bokep indo terbaru “Besok, Pak,” kataku, “Ada urusan penting di perkebunan.”
“Oooo…” Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Apalagi suasana saat itu sangat mendukung. “Mataku tak mau tidur, Pak”
“Masih takut, Bu?” tanyanya sambil duduk juga dekatku. “Mataku tak mau tidur, Pak”
“Masih takut, Bu?” tanyanya sambil duduk juga dekatku. Rupanya Pak Oding belum tidur dan masih nonton. “Baiklah, Bu….” Jawabnya sambil berdiri dan mematikan televisi. Ihhhh ngeri, pikirku. Akhirnya aku tak bisa berbuat apa-apa untuk menolaknya saat ia lepaskan satu per satu kimono tidurku hingga aku tak berpakaian sehelai benang pun. Saya kan istri Bapak, majikan kamu?” kataku.




















