Tiba-tiba dengan lantang dia berbicara,“berapa gajimu sehari?”
“tidak pasti pak, sesuai berapa jumlah peminatnya…”
“gimana kalau kamu aku gaji? Aku mengetuk pintu dan berteriak salam,
“perrrmisssiiii…..” ucapku dengan lantang.Aku pun menunggu sangat lama sekali di teras rumah itu. Bokeb Aku menghubungi temanku dengan HP teman kostku.Kemudian temanku menjemputku di tempat biasa, aku pun menginap di kost teman yang sangat jauh dari kampus. Sesampainya di rumah aku dilontarkan berbagai macam pertanyaan hingga aku menangis. Aku pun setuju dengan tawaran Kristin, yang penting aku dapat uang. Putting susuku menempel didadanya membuat semakin bergairah. Dia lama sekali menyuruhku masuk hingga akhirnya dia meminta aku untuk duduk di ruang tamu. Aku mengetuk pintu dan berteriak salam,
“perrrmisssiiii…..” ucapku dengan lantang.Aku pun menunggu sangat lama sekali di teras rumah itu.


















