Kami pun berciuman dengan intens diiringi sedikit permainan lidah. Bokeb Lidahku dapat merasakan gerakan halus otot-otot perutnya menerima rangsanganku. Proporsinya benar-benar pas dan mantap, ditunjang oleh face-nya yang juga manis, jadilah ia seorang dewi di mataku.Tanganku sudah mulai merayap masuk ke dalam kaosnya dan menyentuh halus kulit perutnya saat tiba-tiba terdengar pintu kamar terbuka dan sepasang teman kami tampak berjalan keluar sambil berpelukan mesra. Hal yang sama kulakukan pada puting kanannya aku sangat menikmati lonjakan-lonjakannya saat ia terkejut dengan apa yang kulakukan dengan lidah dan tanganku. Lagu demi lagu dan jam demi jam berlalu, kami pun semakin merapatkan tubuh kami saat ruangan menjadi semakin dingin dengan udara malam menjelang pagi ditambah semburan AC. Tanganku semakin bebas bergerak merayapi punggungnya saat aku berhasil melepaskan kaos ketatnya, naik turun melewati seutas tali pengikat bra yang masih terkait kencang.




















