Perkenalkan namaku Adam. Bokep indo Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku. Kuhisap perlahan bibir atasnya, berganti bibir bawahnya dan mbak Ratih pun mulai membalas dengan pagutannya .Kira-kira hampir setengah jam kami saling berpagutan, sambil kuremas-remas bongkahan pantatnya yang kecil namun kencang itu. Ibu dari dua anak, yang paling besar duduk di kelas 5 SD sedangkan yang kecil masih kelas 2 SD. Ciuman yang kutujukan ke bibirnya meleset mengenai pelipisnya. Terlebih kebutuhan anaknya yang semakin beragam, belum lagi dengan usia mbak Ratih tentu akan sulit dalam mencari pekerjaan baru.Aku memasukan kembali uanga itu ke dalam saku celanaku, kemudian kuraih kedua lengannya, kuangkat tubuh mbak Ratih sehingga kami sama-sama berdiri.“Sebetulnya Adam juga sayang sama mbak Ratih ga mau mbak Ratih pergi…mbak Ratih sudah kuanggap seperti kakakku sendiri…makasih ya mbak …” ucapku.Mbak Ratih hanya




















