Penolakan yang tidak sunggu-sungguh itu malah memicu Pak Misno untuk mempergencar serangan-serangan erotisnya. Bokepindo Pemikiran seperti itulah yang mengubah perilaku seksualnya, dia membayangkan sebuah penis hitam panjang menyetubuhinya dan tangan-tangan kasar menggerayangi tubuhnya. Fiona sebisa mungkin bersikap normal walau gairahnya meningkat, agar tidak memberi kesan murahan pada tukang kebunnya itu. “Pak, tolong jangan ungkit masalah pribadi yah, saya ga suka” ucapnya dengan nada serius seraya menarik wajah Pak Misno dan mencium bibirnya untuk mengalihkan pembicaraan itu. Fiona bahkan ingin mencoba berhubungan dengan orang-orang lower class lainnya yang baginya memberi sensasi tersendiri. Tiga bulan setelah pertemuan mereka, Pak Michdan resmi mengangkat Fiona sebagai simpanannya.Sebagai wanita simpanan, tugas Fiona sebagian besar adalah memenuhi kebutuhan biologis Pak Michdan yang hobbynya melalap gadis-gadis muda seusianya. Fiona memanjakan tukang kebunnya itu dengan pijatan-pijatan tangan halusnya, sesekali juga penisnya dikocok pelan.




















