Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Hati ini menjadi luruh. Indo bokep Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Dug! “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,”




















