Matanya sembab karena menangis.“Om… saya hamil”, dan tangisnya tumpah meledak. Tapi segera kembali ya?”Dia tidak menjawab. Bokep Masih berjalan menunduk dia mengucapkan terimakasih.“Siapa namamu?”“Mita Om, Ermita.”“Dimana kamu sekolah?” Dia menyebut sebuah SMU swasta sembari mengangkat mukanya melihat ke wajahku. Mukanya pucat-pasi. Dan kamu bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Diambilnya pil anti hamil, melangkah ke pintu membuka kunci dan keluar meninggalkan kamar. “Mita ingin merasakan Om.”“Iya sayang, Om juga ingin sekali. Apakah tidak kamu gunakan pil itu?”“Pil itu tidak mempan Om. Mataku terus saja menikmati keindahan tubuhnya yang bagai patung perunggu Dewi Venus itu saat aku menelanjangi diri. Sepatu, dasi, jas, kemeja, singlet, lalu celana dan kolor kutarik sekali jalan. Untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa perih kuganggu dia.“Kamu masih perawan sekarang Ermita?”, kugenjot dia dua kali lagi.“Ya tidak lagi dong”, dia mendesis dan mencubit lenganku.




















