Tiba-tiba aku dikejutkan oleh tangan besar yang menjambak rambutku dan mendongakkan wajahku ke atas. Dari atas wajah Pak Romli mendekat dan langsung melumat bibirku. Bokeb Mereka kini semakin liar mengerayaiku. Rupanya dalam hal ini Dimas cukup gantleman juga, walaupun dia bukan pacarku, tapi dia tetap membelaku dengan menawarkan sejumlah uang dan berbicara agka keras pada mereka. Pak Romli menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku sehuingga celana dalamku terlihat menggembung. Bukan main terkejutnya aku ketika menengok ke belakang dan melihat dua orang satpam sampai kepalaku kejeduk jendela, begitu juga Dimas, dia langsung tersentak bangun dari selangkanganku. Nafsuku terpancng, berangsur-angsur rontaanku pun melemah. Jilatan itu terus merambat dan semakin jelas tujuannya, pangkal pahaku. Aku merasakan vaginaku semakin basah saja karena gesekan-gesekan dari jari Pak Romli, bahkan suatu ketika aku sempat terserentak pelan ketika dua jarinya menemukan lalu mencubit pelan biji klitorisku.




















