yes..”, suara dari televisi itu semakin terdengar jelas, rupanya aku telah berada di atas kamar kedua orang tuaku.“Jangan sekarang dong Mam.. Bokep india ahh”, seiring dengan erangan keras yang keluar dari mulut Mamaku akupun mencapai puncak kenikmatanku.“Crot.. sedikit lagi Kak Er.. na.. oh.. ohh.. Ketika aku sudah berada diatas aku belum bisa langsung menuju ke atas plafon kamar Papa dan Mamaku sebab mataku harus beradaptasi dari terang ke gelap. ya.. Kontolku sudah tegang tidak bisa ditahan lagi oleh celana karet yang aku pakai sehingga celana itu membentuk bukit kecil oleh desakan kontolku dari dalam.Karena merasa kurang puas dengan mengahayalkan saja, aku nekad membuat celah kecil diatas plafon itu agar bisa melihat ke dalam kamar Papa dan Mamaku.




















