Segera saja setelah semua hidangan itu masuk memenuhi rongga perut, kuceritakan semua uneg-uneg di kepalaku. Bokeb Tetapi entah mengapa aku justru semakin memeluk erat dirinya. Dan berjanji untuk mencari cara agar bisa pergi dengannya ke tempat yang kami dambakan. Ayahku orang yang bijaksana, sekalipun mungkin saat itu tak bergelimang harta. Aku mengakui bahwa aku menikah dengannya hanya karena ingin menyenangkan orang tua saja. “
“Tanyakan pada hatimu nak. Kamu hanya butuh keyakinan bulat untuk melakukannya… ” jawaban ibu membuatku tenang namun juga membuatku berpikir. Pilihan kendaraan hingga tempat tinggal di sana nanti sudah ada. Aku terdiam. “Apa yang harus kulakukan sekarang bu? Tak butuh waktu lama akhirnya kami saling bertukar nomor telepon. Dan itulah yang membuatku gundah setiap kali ia menantang untuk pergi ke tempat yang kami impikan.




















