Sherly masih belum dapat mengira-ngira perkataan si Kumis itu.Tanpa memberitahu istriku, aku mencoba untuk memprotes kepada si Kumis. XNXX Si Tegap melakukan hal yang sama pula terhadap Sherly.Si Brewok yang berdiri di belakangku, meraba-raba bagian tubuhku yang ditutupi oleh celana dalamku, mencari-cari sesuatu untuk ditemukan. Telapak tangan kami ditempelkan di tembok (cermin) di depan kami dan kaki kami direnggangkan dengan menendang telapak kaki kami agar bergeser menjauh.Si Brewok mulai memeriksa seluruh tubuhku. Koper kami dilemparkan dengan kasar ke atas meja di pinggir. Aku merasakan rasa asin yang kutahu berasal dari darah yang mengalir dalam mulutku. Belum sempat kaget, aku mendengar Sherly menjerit kecil. Jaket, kemeja, kaos dalam dan terakhir celana jeansnya. Akhirnya aku hanya berdiri dan berdiam diri.Tak beberapa lama setelah itu, si Kumis berjongkok di depan Sherly sehingga aku tak dapat melihat apa yang dilakukannya.




















